Isnin, 13 Februari 2012

hebatnya cinta

Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya…
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi…
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah…

Aku pernah………
Aku pernah tersenyum meski kuterluka karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku…
Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja…
Aku pernah bersedih kala bersamanya, karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan……
Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya, karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku…
Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga……

cinta agung

CINTA yang AGUNG adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya.. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia.. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’.

Apabila cinta tidak berhasil… Bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi… Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.. tapi.. ketika cinta itu mati.. kamu tidak perlu mati bersamanya… Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang.. melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh. Entah bagaimana… dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri.. dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada. Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat.
Teman Sejati… mengerti ketika kamu berkata ‘Aku lupa.. ‘Menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘Tunggu sebentar’. Tetap tinggal ketika kamu berkata ‘Tinggalkan aku sendiri’. Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan berkata ‘Bolehkah saya masuk?’
Mencintai… bukanlah bagaimana kamu melupakan.. melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN.. Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan.. melainkan bagaimana kamu MENGERTI… Bukanlah apa yang kamu lihat.. melainkan apa yang kamu RASAKAN.. Bukanlah bagaimana kamu melepaskan.. melainkan bagaimana kamu BERTAHAN…
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati…dibandingkan menangis tersedu-sedu.. Air mata yang keluar dapat dihapus.. sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.. Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang.. Tapi ketika Cinta itu Tulus, meskipun kalah, kamu tetap menang hanya karena kamu berbahagia… dapat mencintai seseorang lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.. Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.. Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai Melainkan.. berjuanglah demi cintamu. Itulah CINTA SEJATI. Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada berjalan bersama orang ‘yang tersedia’. Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu & kadang kala teman menangis bersamamu. Itu semua adalah cinta yang tidak kamu sadari. Cinta berarti aku mengetahui orang yang aku cintai. Menyadari begitu banyak faset pada dirinya, bukan cuma sisi baiknya tetapi juga keterbatasan, inkonsistensi dan kelemahan-kelemahannya.
Cinta berarti aku peduli pada kesejahteraan orang yang aku cintai. Dalam ketulusanku, kepedulianku bukan untuk mengikat seperti barang yang kumiliki. Sebaliknya aku peduli pada pertumbuhannya dan aku berharap semoga ia menjadi apapun yang ia inginkan, sekalipun aku harus merasakan ketidaknyamanan dalam menjalani waktu. Cinta berarti memiliki rasa hormat terhadap harga diri orang yang aku cintai. Aku bisa melihatnya sebagai seseorang yang terpisah dariku, dengan nilai-nilainya, pikiran-pikirannya dan perasaan-perasaannya dan aku tidak memaksakan untuk menyerahkan identitasnya, menyesuaikannya pada citra yang aku harapkan.
Cinta berarti memiliki tanggungjawab terhadap orang yang aku cintai. Bila aku mencintainya, aku responsive terhadap kebutuhan-kebutuhannya sebagai satu pribadi. Tanggung jawab ini tidak mengikatku untuk melakukan sesuatu yang bisa ia lakukan sendiri. Ia hanyalah untuk menyadarkanku akan siapa aku dan apa yang aku lakukan untuknya, dengan begitulah aku kemudian langsung terlibat dalam kebahagiaan dan kesulitannya.
Cinta berarti tumbuh bagiku serta orang yang aku cintai. Bila aku mencintainya, aku menjadi tumbuh karena cintaku. Ia menjadi stimulan bagiku guna memenuhi keinginanku mewujudkan diriku yang kuinginkan, demikian pula cintaku akan meningkatkan kesadaran pada dirinya. Masing-masing tumbuh karena kepedulian kita dan karena kita dipedulikan. Cinta berarti membuat komitmen pada orang yang aku cintai. Komitmen itu tidak berarti penyerahan diri secara total masing-masing pribadi, bukan pula berarti bahwa hubungan harus permanen. Maknanya adalah bahwa komitmen ini mengandung keinginan untuk selalu bersama-sama di saat-saat sedih, di saat-saat sulit, saat-saat melewati suatu perjuangan dan kepedihan, sebagaimana tetap bersama dalam ketenangan dan kebahagiaan.
Cinta berarti bahwa aku mungkin terluka bila aku membuka diri karena percaya padanya, aku mungkin akan mengalami luka, penolakan, atau kehilangan. Karena ia tidak sempurna, ia mempunyai kapasitas untuk melukaiku, dan karena tidak ada jaminan dalam cinta. Cinta berarti mempercayai orang yang aku cintai. Bila aku mencintainya, aku percaya ia akan menerima kepedulian dan cintaku dan keyakinan bahwa ia tidak akan melukaiku dengan sengaja. Aku percaya ia akan melihatku sebagai seseorang yang layak untuk dicintai dan ia tidak akan mengabaikanku. Cinta bisa mentolerir ketidaksempurnaan. Dalam sebuah hubungan cinta ada saat-saat bosan, saat ketika rasanya aku ingin menyerah saja, saat-saat sulit dimana aku nyaris tidak mampu bertahan, namun aku masih memiliki kemampuan untuk mengingat apa yang sama-sama pernah kita miliki di masa yang lalu dan bahwa aku bisa membayangkan apa yang akan aku dapatkan di masa depan seandainya kita cukup berani menghadapi masalah-masalah kita dan memecahkannya bersama-sama. Cinta itu membebaskan. Cinta diberikan secara bebas, tidak diserahkan karena permintaan.
Cinta itu meluas. Bila aku mencintaimu, aku mendorongmu untuk membentuk dan mengembangkan hubungan-hubungan yang lain. Sekalipun hidup kita untuk satu sama lain, dan komitmen kita berdua menjadi inti dari apa yang kita lakukan, tetapi kita tidak secara total dan eksklusif terikat satu sama lain. Kita adalah pribadi-pribadi yang interdependen yang membutuhkan kehadiran-kehadiran yang lain untuk memenuhi takdir kita. Sekalipun demikian kita juga individu yang terpisah. Kita harus berjuang atas nama kita sendiri. Cinta berarti mengidentifikasikan diri dengan orang yang aku cintai. Bila aku mencintainya, aku bisa berempati padanya dan melihat dunia melalui matanya. Aku bisa mengidentifikasikan diri padanya karena aku bisa melihat diriku di dalam dirinya dan dirinya di dalam diriku. Kedekatan ini tidak berarti sebuah kebersamaan yang terus-menerus, karena jarak dan keterpisahan sering kali essensial dalam hubungan percintaan. Jarak dapat memperkuat ikatan cinta dan ia akan membantu kita menemukan kembali diri kita, sehingga kita bisa bertemu lagi dalam sebuah cara yang baru.
Cinta itu selfish. Aku hanya bisa mencintainya bila secara tulus ia mencintai, menilai, menghargai dan menghormati diriku sendiri. Bila aku kosong, maka yang bisa aku berikan adalah kekosonganku. Cinta yang matang adalah kesatuan dalam keadaan menjaga integritas tiap orang, individualitas masing-masing. Dalam cinta paradoks ini terjadi, bahwa ketika 2 manusia menjadi satu mereka tetaplah dua.

Khamis, 9 Februari 2012

assalamualaikum semuanya ^^

syukrun alhamdullilah .. bersyukur masih dberikan peluang ntuk  menikmati indahnya alam kyta ni.. ^^.. suda lma sue x update blog sue ni en .. hehhee.. sue bz sangat2x sampai blog pown x terupdate dah.. hehehe.. juz 3minggu g sue ngn rakan2x seperjuangan akn menghulurkan lgi perkhidmatan kat kota marudu.. hehe.. bualn 3 ney xsabar rasanya.. doakn qmi erk ^^ .. n then insyallah xlama lagi kita orng akan melangkah masuk ke SEMESTER 6.. xsangka en .. alhamdullilah .. ^^ .. tanxx god..

Selasa, 22 November 2011

assalammualaikum

assalamualaikum semua ^^ .. wah bru ari ney dpt update blog sue.. he3x.. bz r .. esok sue last paper ntuk semester 4.. 28november 2011 kytaorg dh semester5... xsedar en.. alhamdullah..

Isnin, 31 Oktober 2011

Bagaimana cara sunah Nabi dalam menyambut Aidilfitri?


Di antara sunah Nabi s.a.w. dalam menyambut Hari Agung umat Islam ini adalah dengan banyak bertakbir, bertahmid, bertasbih dan bertahlil seawal bermulanya malam 1 Syawal. Ia dilakukan sama ada secara berjemaah atau bersendirian, di masjid, surau atau di rumah bersama keluarga. Bahkan pada zaman Rasulullah s.a.w., takbir itu dikumandangkan sehingga ke jalan-jalan, rumah-rumah dan masjid.

Kita patut membersih atau mengemas diri seperti menggunting rambut di bahagian kepala dan anggota badan agar tampil kemas, segak dan bergaya pada hari raya mulia. Dalam hal ini, bau-bauan yang harum seperti minyak wangi, atar dan sebagainya juga digalakkan bagi meraikan hari mulia ini.

Mandi juga di sunatkan pada pagi 1 Syawal sebagaimana dijelaskan dalam hadis Ibnu Umar di dalam kitab al-Muwatta', bahawa Rasulullah s.a.w. mandi pada pagi Aidilfitri sebelum Baginda bertolak ke masjid.

Disunatkan juga makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke masjid untuk menunaikan solat sunat Aidilfitri berpandukan hadis Anas bin Malik yang menjelaskan bahawa Baginda s.a.w. makan kurma dengan bilangan yang ganjil (3,5,7 dan sebagainya) sebelum pergi menunaikan solat sunat Aidilfitri.

Acara yang paling kemuncak pada Hari Raya Aidil Fitri ini adalah solat sunat Aidilfitri dan mendengar khutbahnya. Sunat pula pergi menunaikan solat itu dalam keadaan berjalan kaki sebagaimana mafhum hadis Ali bin Abi Talib dalam Sunan Tirmizi. Cuma bagi yang agak jauh jarak rumah ke masjid, maka bolehlah mereka menaiki kenderaan kerana agama Islam bersikap terbuka dalam bab ini.

Di dalam Sahih Imam Muslim disebutkan bahawa Baginda menunaikan solat sunat Aidilfitri dengan membaca surah al-'Ala pada rakaat pertama dan al-Ghasyiah pada rakaat kedua.

Baginda juga menyuruh seluruh umat Islam datang ke lapangan terbuka agar mendengar khutbah hinggakan kepada kaum wanita, tidak kira yang tua atau muda, yang uzur atau sebaliknya. Cuma mereka yang uzur diarahkan agar berada di luar masjid kerana halangan keuzuran tersebut seperti riawayat Ummi 'Atiah dalam Sahih Bukhari dan Muslim.

Pada pagi hari raya yang indah ini juga, sunat bagi kita memakai pakaian yang terbaik dan tercantik. Imam Baihaqi ada menyebutkan bahawa Ibnu Umar menjelaskan bahawa baginda Rasulullah s.a.w. mengenakan pakaian yang terbaik dan tercantik bagi meraikan kedua-dua hari kebesaran Islam; Aidilfitri dan Aidiladha.

Pada hari lebaran ini juga sunat bagi kita umat Islam mengucapkan tahniah dan selamat, di samping saling berdoa agar amalan-amalan kita sepanjang Ramadan lepas diterima Allah.

AIDIL ADHA PENGORBANAN TERAGUNG " ِ

 


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ،

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ.

لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لآ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحدَهُ.

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ مَنَحَ أَحْبَابَهُ حَلاَوَةَ الطَّاعَةِ، وَعَصَمَهُمْ مِنَ اللَّغْوِ وَاللَّهْوِ وَالإِضَاعَةِ، وَدَعَاهُمْ اِلَى حَجِّ بَيْتِهِ فَأَقْبَلُوْا عَلَيْهِ بِالإِسْتِطَاعَةِ، فَنَالُوْا بِذَلِكَ النَّعِيْمَ الْمُقِيْمَ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالىَ، حَمْدَ مَنْ حَمِدَ اللهَ، فَأَسْبَغَ عَلَيْهِ جُوْدَهُ وَإِنْعَامَهُ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرَ مَنْ أَخْلَصَ للهِ حَجَّهُ فَصَانَ قِيَامَهُ، فَوَقَاهُ اللهُ عَذَابَ الْجَحِيْمِ.

أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذاَ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
عِبَادَ الله، إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hari ini kita sebagai ummat Islam bersama-sama dengan saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji menyambut Hari Raya Korban, dengan menunaikan syiarnya seperti bertakbir, bersembahyang dan menyembelih korban sebagai bukti melahirkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah s.w.t, di samping memperingati sunah nabi Ibrahim Khalilul Allah dan keluarganya.

Mereka telah melakukan pengorbanan demi menjunjung tinggi perintah Allah s.w.t, pengorbanan menjadi ujian kepada ummat manusia sejauhmanakah mereka itu beriman dan mengabdikan diri kepada Allah yang menjadikannya, yang memberi rezeki dan segala kurniaan yang tidak terhingga kepadanya. Sebagaimana Firman Allah :


Bermaksud : " Mengapa kamu kufur dengan Allah, pada hal kamu dahulunya mati (tiada), lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan, kemudian dihidupkan kembali, kemudian kamu dikembalikan kepada-Nya " .
( Surah al-Baqarah : 28 )


اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،

Ummat Islam merayakan Aidil Adha sebagai tanda kesyukuran ke hadrat ilahi dimana kemenangan yang bukan sahaja terkandung dalam ibadah haji itu sahaja, tatapi lebih dari itu ialah mempunyai hubungan dengan sesuatu peristiwa yang berlaku pada tahun yang kesembilan hijrah.

Dalam waktu ibadah haji pada tahun tersebut, suatu ketetapan telah diistiharkan kepada masyarakat Arab Mekah ketika itu mengenai perhubungan diplomatik antara orang-orang Islam dengan yang bukan Islam telah dimatrikan dan dikuatkuasakan. Kota Mekah telah diistiharkan dengan rasminya sebagai tanah haram, tidak lagi dibenarkan kepada orang musyirikin kafir Quraisy untuk menziarahi Baitil Allah Al-Haram. Serentak dengan ketetapan ini Kota Mekkah dan disekelilingnya telah dibersihkan dari perkara-perkara syarik dan kekufuran dan kalimah tauhid telah ditegakkan dengan gagahnya di bawah naungan Kaabah dengan suatu pemerintahan Islam di bawah pimpinan Baginda nabi Muhammad s.a.w.

Kegelapan kota Mekkah selama ini dengan kebiadaban dan peradaban liar telah diganti dengan sinar yang gemerlapan dengan kesusilaan dan peradaban yang penuh hidayah dan bersopan. Undang-undang dan peraturan yang disukai oleh fikiran dan nafsu manusia telah ditukar ganti dengan undang-undang dan peraturan syariat Allah s.w.t, Kota Mekkah diberi gelaran kota suci yang telah bersih dari sebarang bentuk syarik dan kufur, yang selama ini membanjiri kota Mekkah dan sekeliling kaabah. laungan " Allah Akbar " dan talbiah " لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ " berkumandang disegenap penjuru kota itu, dari rumah-rumah besar yang tersegam indah hingga ke rumah-rumah buruk di tepi bukit dan gunung. Kesedaran dan kedaulatan Islam dengan risalah Allah mendapat tempat di hati manusia yang kufur pada mulanya. Mereka diberi hidayah dengan Nur Ilahi .

Maksudnya : " Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan dan engkau melihat manusia beramai-ramai masuk agama Allah. Maka ucapkanlah tasbih dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampun kepada-Nya sesungguhnya ia sangat-sangat menerima taubah ".

( Surah al-Nasr : 1-3 )
اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ،

Aidil Adha atau hari raya korban ini sebenarnya lebih besar ertinya dan lebih tinggi nilai darjatnya berbanding dengan Aidil Fitri. Sejajar dengan kedudukan itu masa bertakbir dipanjangkan bermula dari malam hari raya hinggalah ke hari yang keempat raya, iaitu hari ketiga belas Zulhijjah yang dinamakan hari-hari tasyrik. Di samping bertakbir ummat Islam melakukan ibadah korban pada hari-hari tersebut. Demikian pula bagi ummat Islam yang berada di tanah suci menunaikan ibadah haji pada tiga hari tasyrik itu, ialah hari bagi mereka melontar jumrah di Mina. Mereka meneruskan kerja-kerja ibadah haji dengan iringan talbiah :

لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَشَرِيْكَ لَكَ .

Maksudnya : " Wahai Tuhan kami, kami datang semata-mata dengan ikrar setia dan taat kepada pemerintah mu, Wahai Tuhan kami yang tiada sekutu bagimu, kami sahut seruan-mu, sesungguhnya segala puji nikmat dan kekuasaan kesemuanya adalah bagimu, wahai Tuhan kami yang tiada sekutu bagimu " .


َللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ ،

SIDANG HADIRIN YANG DIHORMATI SEKALIAN,

Hari Raya Aidil Adha ini tidak dapat dipisahkan daripada ibadah korban. Ibadah korban ini adalah kemuncak takwa kepada Allah Taala. Hari ini yang sebenarnya kita merayakan ulang tahun pelancaran gerakan tahunan korban. Gerakan ini telah dimulakan sejak ribuan tahun dahulu dan dimulakan oleh Nabi Allah Ibrahim a.s. khalilul Allah. Ia bermula dengan pergorbanan Nabi Allah Ibrahim a.s. ketika Baginda hendak menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s. inilah pengorbanan teragung dalam sejarah manusia. Telah diketahui bahawa Nabi Ismail adalah anak kesayangan nabi Ibrahim dan Baginda mendapat anaknya ini dalam usia yang telah lanjut. Tatapi bila diperintahkan oleh Allah s.w.t. supaya mengorbankan anaknya ini, Nabi Ibrahim telah bersedia melaksanakan tugas ini dan Nabi Ismail pula penuh kerelaan dan sabar menurut perintah Allah s.w.t. ini. Hal ini telah rakamkan dalam Al-Quran :



Yang bermaksud : " Maka tak kala anaknya ini sampai (keperingkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata : " Wahai anak kesayanganku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi ku bahawa aku akan menyembelih mu, maka fikirkanlah apa pendapatmu? anaknya menjawab : " Wahai ayah, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insaya Allah, ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang bersabar. Setelah kedua-duanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu), dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah, (kami sifatkan Ibrahim dengan sesungguhnya azamnya itu telah menjalankan perintah kami), serta kami menyerunya : Wahai Ibrahim, engkau telah menyempurnakan maksud mimpi yang engkau lihat itu". demikianlah sebenarnya kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan. Sesungguhnya perintah ini adalah satu ujian yang nyata. Dan kami tebus anaknya itu dengan seekor binatang sembelihan yang sebenar ".

( Surah al –Shaafat ayat : 102 - 107)

Peristiwa kepatuhan Nabi Ibrahim a.s. untuk menyembelih putera Baginda dan kepatuhan Nabi Ismail a.s. terhadap perintah Allah tersebut memaparkan kekuatan iman dan keteguhan mental yang perlu kita contohi. Peliharalah iman didalam dada kita dengan sebaiknya. sesungguhnya iman adalah dasar penting yang menjadi paksi kehidupan manusia. ia merupakan asas pemerimaan sesuatu amalan dari Allah s.w.t. hanya amalan yang dilakukan kerana Allah sahaja yang akan mendapat penilaian di sisinya.


اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَر، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ،

SIDANG HADIRIN YANG DIHORMATI SEKALIAN,

Sejarah pengorbanan teragung itu tidak tertinggal dalam lipatan sejarah sejarah sahaja, malah ianya telah dihayati sepanjang zaman demi menegakkan agama Ilahi ini. Pengorbanan nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabatnya dalam menegakkan dan mempertahankan Islam adalah pengorbanan yang amat agong. Baginda dan para sahabat telah mempertahankan Islam bukan sahaja dengan harta benda dan kekayaan mereka tatapi mereka telah mengorbankan nyawa. tiada pergorbanan yang lebih agong dan utama daripada pergorbanan nyawa dan darah.

Setelah kewafatan nabi Muhammad s.a.w. para sahabat terus menerus mempertahankan Islam dengan nyawa dan darah mereka. Begitulah sepanjang zaman sehingga kini telah ramai yang mati syahid kerana agama Allah, ini tidak kira sama ada di timur ataa barat. Sebenarnya pergorbanan mereka ini tidak ternilai harganya di sisi manusia hanya Allah s.w.t. sahaja yang mampu membalasnya. Firman Allah :


Yang bermaksud : " Wahai orang-orang yang beriman mahukah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang boleh menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya ? iaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta kamu berjuang membela dan menegakkan agama Allah dengan harta benda kamu dan diri kamu, yang demikian itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu hendak mengetahui ( hakikat yang sebenarnya )".

( Surah al- Shaf : 10 - 11 )

Sabda Nabi s.a.w. semasa menjawab persoalan yang dikemukakan kepada Baginda :

"قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ، فَقَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤْمِنٌ يُجَاهِدُ فِى سَبِيْلِ اللهِ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، قَالُوْا ثُمَّ مَنْ قَالَ مُؤْمِنٌ فِى شِعْبٍ مِنَ الشِّعَابِ يَتَّقِى اللهَ وَيَدَعُ النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ".

Yang bermaksud : " ditanya orang akan Rasulullah s.a.w. : " Siapakah manusia yang lebih utama ? " maka jawab Rasulullah s.a.w. orang yang lebih utama ialah orang mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan diri dan hartanya sendiri, Mereka berkata : siapa kemudian ? bersabda Rasulullah s.a.w. orang mukmin yang berada di satu lurah bukit ia takut kepada Allah dan menyeru manusia supaya menjauhi daripada angkara kejahatan ".

( Hadis Riwayat Bukhari )

KAUM MUSLIMIM DAN MUSLIMAT YANG BERBAHAGIA,

Allah mendidik para Rasul dan sahabat-sahabatnya melakukan pergorbanan dengan mengorbankan semua yang berharga, ulama menyatakan :

"وَمَنْ أَرَادَ الصَّلاَحَ وَاْلإِصْلاَحَ وَالْمَجْدَ وَالْعِزَّ بِغَيْرِ جِهَادٍ وَتَضْحِيَّةٍ فَهُوَ حَالِمٌ وَاهِمٌ."

Yang bermaksud : " siapa yang mahukan kebaikan dan membaikan kemuliaan dan ketinggian tanpa jihad dan pergorbanan maka ia bagaikan seorang yang bermimpi kosong ".

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ،


SIDANG HADIRIN YANG DIHORMATI SEKELIAN,

Begitulah hakikat yang sebenarnya tentang pergorbanan. Memang tidak dapat digambarkan bagaimana kehebatan manusia sanggup mengorbankan nyawa dan darah mereka demi Allah s.w.t, tatapi inilah hakikat yang berlaku juga di negara kita bagaimana kemerdekaan dan keamanan yang kita nikmati hari ini adalah hasil pergorbanan para pejuang dan pasukan keselamatan kita menentang penjajah dan mempertahankan negara daripada musuh-musuh negara yang kejam seperti pengganas komunis. Sebenarnya dalam apa juga bidang dan lapangan kehidupan pergorbanan adalah satu tuntutan dan kemestian. Dalam Islam bukan sahaja pergorbanan jiwa raga dan darah tatapi juga adalah pergorbanan harta benda dan apa sahaja yang berharga.

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ،

Saidina Abu Bakar r.a. mengorbankan semua hartanya untuk Islam dan umatnya sehingga Rasulullah s.a.w. bertanya kepada beliau :

" مَا تَرَكْتَ لِعِيَالِكَ، تَرَكْتُ لَهُمْ اللهَ وَرَسُوْلَهُ. "

Yang bermaksud : " Apakah yang engkau tinggalkan untuk keluarga kamu? " jawab Abu Bakar : " aku tinggalkan buat mereka Allah dan Rasul-Nya " .
KAUM MUSLIMIM DAN MUSLIMAT YANG BERBAHAGIA,

Islam mengajar kita supaya menjadikan pergorbanan sesuatu yang berharga sebagai penyaksian dan pembuktian kepada aqidah kita demi untuk kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Firman Allah s.w.t. :


yang bermaksud : " dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu (wahai Muhammad) dan kepada nabi-nabi yang terdahulu, daripadamu, demi sesungguhnya jika engkau (dan pengikut-pengikutmu ) mempersekutukan ( sesuatu yang lain dengan Allah ) nescaya akan tetap gugur amalanmu, dan engkau akan tetap menjadi dari orang-orang yang rugi " .

( Surah Az-Zumar : 65 )


اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ،

KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT YANG BERBAHAGIA,

Orang yang berjaya sebenarnya ialah orang yang melakukan pergorbanan, sanggup berkorban masa, wang, jiwa raga, kepentingan diri, tenaga, fikiran, perasaan dan sebagainya kerana kejayaan dan kecemerlangan tidak datang menggolek, sebaliknya tanpa pergorbanan seperti pelajar akan gagal, pentadbir akan kecewa, pemimpin akan bermusuhan, ulama akan dicaci, masyarakat dan rumahtangga hancur, kampung halaman purak peranda dan negara akan terus dijajah, contohnya pelajar perlu berkorban lebih masa untuk beribadah, berjaga malam dan mentalaah buku. Begitu jugalah pentadbir, para pemimpin dan sebagainya.



Bermaksud : " dan bersegeralah kamu kepada mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat keampunan dari Tuhan kamu, dan mendapat syurga yang bidangnya luas segala langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertakwa. iaitu orang-orang yang menderma hartanya pada masa senang dan susah ، dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang dan ingatlah Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik ".

( Surah ali - Imran : 133-134 )

MUSLIMIM MUSLIMAT YANG BERBAHAGIA,

Jelaslah kepada kita akan falsafah, hikmah dan kepentingan pergorbanan dan juga yang akan kita dapat pada hari raya Aidil Adha ini, mudah-mudahan kita akan dapat mengamalkan dan menghayatinya dalam kehidupan kita demi kebaikan kita di dunia dan di akhirat.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْءَانِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، أَقُولُ قَوْلِي هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ، وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ.

HIKMAH DI SEBALIK IBADAH KORBAN DAN MENYAMBUT TAHUN BARU



اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ جَعَلَ حَجَّ الْبَيْتَ مِنَ الشَّرِيْعَةِ رُكْنًا، وَصَرَّفَ وُجُوْهَنَا إِلَى قِبْلَتِهِ. فَكَانَ ذلِكَ مِنْ نِعَمِهِ الْعُظْمَى. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ ذَاكِرًا أَسْمَآءَ رَبِّهِ الْحُسْنَى. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْهُدَاةِ الأَكْرَمِيْنَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ. إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

SIDANG JUMAAT YANG DIRAHMATI ALLAH SEKELIAN,

Marilah kita bertaqwa kepada Allah s.w.t. dengan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Hanya dengan bertakwa seseorang itu dapat memelihara dirinya daripada perbuatan lalai dan sia-sia serta melahirkan budi pekerti yang mulia. Mudah-mudahan kita semua tergolong dalam kalangan hamba-hamba yang taat hingga keakhir usia.

SIDANG JUMAAT YANG DIKASIHANI SEKELIAN,

Hanya beberapa hari sahaja lagi kita akan menyambut kedatangan dua hari yang dianggap memberi makna dan penting bagi kita iaitu sambutan hari raya Aidil Adha dan tahun baru Masihi 2007. Insaya' Allah hari raya akan kita sambut pada 10 zulhijjah 1427 hijrah beramaan 31 Disember 2006. Manakala tahun baru Masihi pada 1 jan 2007, iaitu jatuh pada hari raya kedua.

Pada masa ini umat Islam dari seluruh dunia sedang berhimpunan di padang Arafah, untuk melaksanakan kerja utama dalam ibadah haji. Bagi kita yang tidak pergi menunaikan haj adalah digalakkan supaya kita berpuasa sunat pada 9 zulhijjah ( iaitu esok ) sempena hari wukuf dan sebagai tanda kesyukuran kepada Allah sempena menyambutAidil Adha. .

Ssebagaimana yang kita sedia maklum, ibadah haji merupakan rukun Islam yang ke lima bagi Mereka yang telah memenuhi syarat-syarat untuk mengerjakan haji, diwajibkan mengerjakan sepertimana yang dijelaskan oleh Allah dalam firman-nya :


Maksudnya : " Seseungguhnya rumah ibadah yang mula-mula dibina untuk manusia ( beribadah kepada Tuhannya ) ialah baitul Allah di Makkah yang barakah dan ( dijadikan ) petunjuk hidayah bagi umat manusia. Disitu ada tanda-tanda keterangan yang nyata (yang menunjukkan kemuliaannya diantaranya ialah) makam nabi Ibrahim. dan sesiapa yang masuk kedalamnya aman tenteranlah dia. dan Allah mewajibkan manusia mengerjakan ibadah haji dengan mengunjungi baitul Allah, iaitu sesiapa yang mampu sampai kepada-Nya. dan sesiapa yang kufur ( ingkarkan kewajipan ibadah haji itu ) maka sesungguhnya Allah Maha kaya ( tidak berhajatkan sesuatupun ) dari sekelian mahkluk ".

( Surah ِ Ali – Imran : 96 -97 )


SIDANG JUMAAT YANG DIKASIHANI SEKELIAN,

Salah satu amal ibadah yang disunatkan pada hari raya ialah melakukan korban. Waktu menyembelihnya ialah sesudah mengerjakan salat sunat Aidil Adha sehingga hari tasyrik ( 13 Zulhijjah ). Ianya boleh dilaksanakan dengan menyembelih seekor kambing untuk seorang atau seekor lembu untuk tujuh orang. Firman s.w.t. :


Maksudnya : " Sesungguhnya kami telah mengurniakan kepadamu ( wahai muhammad ) kebaikan yang banyak ( di dunia dan di akhirat ) oleh itu, kerjakanlah sembahyang kerana Tuhanmu semata-mata dan sembelihlah korban sebagai bersyukur) sesungguhnya orang yang bencikan engkau, dialah yang terputus (dari mendapat sebarang perkara yang diingininya )".

( Surah al-Kausar : 1-3 )

Berdasarkan kepada Firman Allah tersebut, jamhur ulama berpendapat bahawa hukumnya adalah sunat muakad iaitu sunat yang sangat dituntut. Tarafnya lebih tinggi daripada sunat biasa, manakala nilai pahalanya pعla lebih besar. Dalam satu Hadis yang diriwayatkan dari Abi Hurairah katanya, Sabda Rasulullah s.a.w. :

"مَنْ وَجَدَ سَعَةً ِلأَنْ يُضَحِّيَ فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنـَا"

Maksudnya : " barangsiapa yang mempunyai kelapangan ( mampu ) untuk berkorban tatapi tidak dilakukannya, maka janganlah dia datang mendekati tempat kami bersembahyang ini ".


( riwayat Ahmad dan Ibni Majah )


Dari Hadis ini dapat dibuat kesimpulan, bahawa ibadah korban itu sangat penting sehingga hukumnya seolah-olah hampir kepada wajib, terutama kepada orang yang berkemampuan yang telah dilimpahkan dengan rezeki kepada mereka.

SIDANG JUMAAT SEKELIAN,

Jelaslah kepada kita, bahawa ibadah korban itu disunatkan oleh Rasulullah s.a.w. sebagai satu latihan dan ujian bagi kaum muslimim untuk memupuk semangat berkorban. dengan cara mengeluarkan sebahagian kecil nikmat dan rezeki yang dilimpahkan oleh Allah untuk dirasai oleh golongan fakir miskin sekaligus memanifestasikan syiar Islam itu sendiri.

Sebagai kesimpulan, antara hikmat dan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah korban antaranya ialah :

1. Melatih dan membentuk mentaliti kaum Muslimim supaya sentiasa bersedia berkorban sebahagian rezeki dan nikmat kurniaan Tuhan demi kepentingan orang lain.

2. Sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah ( تَقَرُّبْ إِلى اللهَ ) sebagaimana yang sering kita ikrarkan dalam sembahyang lima waktu ; sesungguhnya solatku ،hidupku, ibadahku dan matiku adalah untuk berbakti kepada Allahs.w.t.

3. Menghidupkan sirah nabi Ibrahim yang kemudian disunatkan oleh Rasulullah s.a.w. menjadi syiar ibadah yang utama bagi kaum muslimim.

4. Peristiwa pengorbanan nabi Ibrahim dan nabi Ismail mengisyaratkan kepada kita bahawa jalinan hubungan kejasama antara generasi terdahulu dengan golongan terkemudian, bakal melahirkan kejayaan dan kecemerlangan ummah.

5. Dengan penyembelihan binatang korban itu, boleh dinikmati oleh diri orang yang berkorban itu sendiri, kaum keluarga jiran tetangga dan sahabat handai seluruhnya.

KAUM MUSLIMIM SIDANG JUMAAT SEKELIAN,

Mmbar khutbah pada hari ini, mengingatkan sidang hadirin sekelian agar sambutan tahun baru 2007 yang jatuh pada hari raya kedua ini, tidak disambut secara berlebihan dan berlawanan dengan roh Aidil Adha. sebaliknya majlis sambutan tahun baru dipenuhi dengan majlis kesyukuran dan doa selamat.


Maksudnya : " Dan ( ingatlah ) tak kala Tuhan kamu memberitahu, " demi sesungguhnya! jika kamu bersyukur nescaya aku akan tambahi nikmatku kepada kamu, dan demi sesungguhnya jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azab-Ku amatlah keras ".

( Surah Ibrahim : 7 )



بَارَكَ اللهُ لِىْ وَلَكُمْ فِىْ القُرْءَانِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّىْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، أَقُولُ قَوْلِى هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِىْ وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ، وَالمُؤْمِنِيْن وَالمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ فَيَا فَوْزَ المُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَـا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ.